Jumat, 24 Januari 2014

Puisi "Kilau Bumi Pertiwi"

Kilau Bumi Pertiwi
Tanah ini, tanah merah
Segar, seakan tak pernah terjamah tangan usil.
Apa mungkin ini Indonesia?
Atau, mungkin ini kita?


Berjalan setapak dengan kaki alas tanah
Menyusur trotoar sepi tak bertuan
Entah kemana pikirku melayang
Tak berujung tak berarti sekilas terlihat pelupuk mata
Indonesiaku, Indonesia kita
Terdampar dalam hati terdalam, memaknai sepatah-patah keindahan tersaji

Hati kecilku berbicara
Oh… indah nian negeriku ini…

Indonesia negeriku
Luas bak samudra lepas, tanpa batas seni
Banyak ragam dan budaya Indonesia
Tak terkira.., tak terhitung jumlahnya

Cobalah engkau tengok perlahan
Ragam seni negeri terasaji luas, seniman serasa bebas bicara lapang..
Contoh kecil dari berbagai seni, yakni batik indones
Identitas sendiri, ideology sendiri
Sisi demi sisi tergores indah selaras tangan seniman

Canting kecil terisi malam warna-warni
Kain putih tak bernoda tanpa bekas cacat sedikitpun
Usaha keras seniman melukis pola khas
Mungkin keringat tak terhiraukan
Terkena panas malam mendidih, tajam, serta tak menyerah walau sekilas terlambat

Kain batik, indah nian bentuknya
Kain bercorak garis seni 
Tergores halus, tesirat makna besar

Inilah milikku
Seni khas hingga akhir hayat
Entah berapa lama bertahan?
Atau hanya sebentar saja?

Orang lain hanya diam
Acuh tak acuh akan negerinya sendiri
Diam statis, tanpa getaran dan usikan kecil
Mereka hanya diam, seakan sok tahu
Kosong, tanpa ada sama sekali

Lihatlah…
Lihat kedalam negerimu ini..
Banyak hal belum kau tahu, hanya sebatas permukaan
Aku ingin kau tahu
Betapa indahnya negeri ini, negeri kita Indonesia
Perhalan waktu, seakan beranjak
Berjalan tanpa pamit, entah sudah berapa lama?
Keindahan abadi dari masa ke masa

Bangun wahai pemuda Indonesia
Beranjaklah dari mati surimu
Bergeraklah dari diammu
Berjalan beriringan bergandengan tangan

Lihat negerimu ini..
Awan putih bergerombol riang
Hutan lebat bak bulu domba
Laut terbentang laksana samudra lepas
Daratan luas, tak terkira.
Indonesia.., negeraku..
Indonesia.., negeriku…
Disini aku lahir, disini pula aku mati
Penuh aroma dan cahaya terang
Anugerah Yang Maha Kuasa

Lihat, lihatlah kembali negerimu ini
Banyak budaya, suku, agama, dan etnis tiada tara
Wahai pemuda..
Dari sabang hingga merauke, berjajar seni dunia
Laksana surga dunia

Ingat…
Ingatlah wahai pemuda
Tunjukkan seni indonesia Indonesia pada dunia
Perlihatkan dirimu, perlihatkan keelokanmu
Tak gentar walau terhina
Tak mundur walau terlahau
Tak terima bila terambil negera lain

Indonesia negeriku..
Indonesia bumi pertiwi

oleh: Ahmad Ilham Ramadhani





Sabtu, 11 Januari 2014

plan to enjoy...

30. desember 2013….
“ayo kumpul di masul, Sekarang!!..” jelas ketua kelas, dalam sms-nya. Hari itu tepat, jam 18.34. Tepat habis sholat magrhib. Segerombol mahasiswa berkumpul membentuk lingkaran kecil. Entah berapa orang itu, hanya ditemani malam dan sebuah kertas pengumuman. Tak beberapa lama, mahasiswa lain dengan setelan sederhana, jeans hitam, jaket tebal, dan kaos oblong, datang dan berkata “sepurane rek, telat..hmm..”

Memang malam itu, adalah malam terkahir bagi kelas kami. Atau mungkin hanya sekedar malam transformasi antara tahun 2013/2014. “Hanya sebuah malam.. bukan itu yang akan diumbar disini.”.terang mahasiswa itu”.. Malam semakin larut. Hewan malam mulai menampakkan ciri khasnya.Seiring dengan berjalannya waktu, ketua kelas membuka dan memulai menginformasikan maksud dan tujuan adanya “rapat dadakan”. Bisa dibilang itu sebagai rapat.., tapi yang hadir hanya beberapa orang saja.. aneh yaa..??!!@@

Hanya beberapa orang yang terlihat disitu. Sekedar informasi, dari 41 mahasiswa. Hanya sekitar 10-15 orang yang datang. Ini menunjukkan betapa tidak kompaknya kelas ini. Hal yang sama dilontarkan oleh mahasiswa lain, “mana yang lain??... belum datang?..” dengan setengah nada tinggi.. “sabarlah, mungkin yang lain masih dalam perjalanan ..”. Terang mahasiswa itu. Benar yang dikatakan,.. satu persatu mahasiswa lain mulai datang. Tanpa komando lagi, meraka yang baru datang langsung menyesuaikan dengan kelompok rapat yang sudah ada.

Tak bebrapa lama, diskusi dibuka, mengenai tanggal ujian, tanggal pkpba, tanggal libur ma’had, dan pengumuman lainnya. Yang perlu di informasikan. Mahasiswa itu hanya mendengar di sudut masjid. Tidak terlalu antusias dengan hal itu..

30 menit hingga 45 menit berlalu.... rapat dengan agenda pertama selesai.. namun, ada satu hal yang belum selesai.. penentuan liburan kelas.. mungkin bagi sebagian orang liburan ini menyenangkan. Mungkin juga membosankan. Hanya sebatas lontaran usul dan usul yang hamper sama didengar malam itu.. hanya sebatas pendapat dari masing-masing pihak.. Mungkin ini hadiah untuk malam mini?... #tandatanyaguuede..

Makin malam, makin muruncing. Hal ini sama dengan agenda rapat terkhir. Yang penentuan tanggal liburan kelas. Yakni tanggal 3 januari 2014… selang beberapa lama, ketua menginstruksi perlu adanya ketapel kegiatan.. dan mungkin ini perlu (bagi sebagian orang)… Hanya sebatas lontaran nama.. tanpa ada dasar yang menguatkan.. mungkin juga ini kebiasaan jaman sekarang..

Akhirnya.. sebuah nama keluar dalam perdebatan itu. Yaitu”….”. sebagai ketapel.. Menurut dia, mungkin ini sebuah tanggungjawab, atau hanya sebagai embel-embel belaka..

20.45....,Hampir jam 9, dan tepatnya ma’had putrid sudah mau ditutup. Hanya sebatas informasi sederhana, “rapat ini akan dilanjutkan besok hari senin, mohon untuk yang lain memikirkan kegiatan yang akan diisi nantinya di kebun the..”. jelas ketapel..
Rapat ditutup dengan bacaan Alhamdulliah……

31. desember 2013
Hari selasa, hari terakhir di bulan desember 2013. Tidak ada yang istimewa menurutku di hari ini.. tapi hal yang berkesan..
Oh ya..  hari terakhir, berarti besok sudah tahun baru.. ya kan..???
Banyak kisah yang bias diceritakan di hari ini..

1. januari 2014
Hari pertama di tahun 2014, dan hari pertama di bulan januari tepatnya hari itu adalah hari rabu, dan tepatnya lagi hari itu adalah ujian matematika (kalau ga salah yaa..) sesuai dengan instruksi tanggal 30 kemarin. Hari ini akan dilanjutkan mengenai pembicaraan kemarin. Habis ujian, dibahaslah perbincagan kemarin..
perbincangan dimulai dengan adanya penjelasan singkat mengenai hal-hal yang kemarin sudah disampaikan.. tidak hanya itu, perbincangn ini ditambahi dengan adanya penunjukan paniti kecil, panitia kecil ini bertugas sebagai pengkoordinasi masing-masing kegiatan yang ada di dalamnya.. dan terbentuklah panitia itu..