mendelik, mendongak, melihat dirimu nan jauh
diriku berdiri tegar walau sebenarnya berat tuk mencoba tegar
sepatah kata tercuap keluar di mulut kering ini
banyak kata yang ingin ku utarakan
sedemikian rupa membentuk sebuah rangkaian puisi bermakna puitis
sejenak ku terdiam di depan kaca bening
menatap ke depan, melihat ke depan
tak nampak ada banyangan dirimu
aku mulai sadar
aku mulai mengerti
dan aku mulai paham
hanya dirimu yang ada di dalam hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar